Sejarah Farmasi

Program Studi D-III Farmasi adalah salah satu dari 4 (empat) Program Studi yang terdapat di Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang. Prodi D-III Farmasi adalah program pendidikan yang menghasilkan lulusan tenaga farmasi dengan gelar Ahli Madya Farmasi (A.Md.Farm). Pendidikan Prodi D-III Farmasi dilaksanakan dengan memperhatikan segi keluaran proses dan dampak pendidikan adalah dihasilkan tenaga kesehatan di bidang Farmasi yang menghayati dan mengamalkan Pancasila, kreatif, dinamik, memiliki pengetahuan dan keterampilan khusus dalam bidang farmasi serta bersikap profesional.
Prodi D-III Farmasi bertujuan mendidik tenaga-tenaga farmasi yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berjiwa Pancasila dan UUD 1945, berperiakal, perirasa, perilaku, kreatif, dinamis, inovatif, memiliki integritas dan kepribadian tinggi, terbuka dan tanggap terhadap seni dan berbagai masalah yang dihadapi masyarakat khususnya yang berkaitan dengan bidang kefarmasian terkini.
Prodi D-III Farmasi saat ini tercatat memiliki 9 (sembilan) orang dosen tetap, 5 (lima) orang instruktur tetap dan 2 (dua) orang sedang melaksanakan tugas belajar Strata 2 (S2) di Universitas Indonesia (UI) Jakarta dan Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang. Beban studi di Prodi D-III Farmasi sebanyak 117 Satuan Kredit Semester (SKS) yang terdiri dari 50 SKS teori (42,7%) dan 67 SKS praktek (57.3%). Waktu tempuh studi di Prodi D-III Farmasi yaitu selama 6 (enam) semester atau 3 tahun. Sampai dengan Tahun Akademik 2018/2019 Prodi D-III Farmasi telah meluluskan 6 (enam) angkatan dengan total jumlah lulusan sebanyak 226 alumni.
Ahli Madya Farmasi dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan mempunyai peran sebagai:
1.    Pelaksana pelayanan kesehatan di bidang farmasi
2.    Pelaksana produksi sediaan farmasi
3.    Pelaksana pendistribusian sediaan farmasi
4.    Penyuluh dan sumber informasi kesehatan di bidang kesehatan dan farmasi
5.    Pelaksana pengumpul dan pengelola data untuk penelitian
Ahli Madya Farmasi dalam melaksanakan tugas pelayanan kesehatan mempunyai fungsi sebagai:
1.    Melaksanakan peracikan dan penyerahan obat sesuai dengan ketentuan yang berlaku
2.    Melaksanakan penatalaksanaan sediaan obat
3.    Melaksanakan pengelolaan di bidang pengemasan dan pergudangan
4.    Melaksanakan teknik pendistribusian dan pemasaran sediaan farmasi
5.    Memberikan informasi tentang sediaan farmasi
6.    Melaksanakan penyuluhan dan sumber informasi kesehatan di bidang farmasi
7.    Melaksanakan kegiatan pengumpulan dan pengolahan data untuk penelitian
8.    Menyiapkan alat peraga

  • Upcoming Events

  • Statistics

© 2018 || Urusan Sistem informasi || Raissa nurfitasari, s.kom || POLTEKKES KEMENKES PANGKALPINANG.